Sabtu, 13 Juni 2015

LAPORAN SELEKSI PROBIOTIK AMILOLITIK, LIPOLITIK DAN PROTEOLITIK PADA USUS IKAN MAS (Cyprinus carpio)



SELEKSI PROBIOTIK AMILOLITIK, LIPOLITIK DAN PROTEOLITIK PADA USUS IKAN MAS (Cyprinus carpio)

Riska Ayu Nuryahya
4443130741
Perikanan 4 A
4

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2015
ABSTRAK
Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang paling banyak dibudidayakan dan bernilai ekonomis tinggi. Dalam pembudidayaan tentu saja memiliki kendala pada ikan tersebut contohnya adalah penyakit. Penyakit yang menyerang ikan mas antara lain disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan protozoa. Penggunaan bakteri probiotik sebagai agen biokontrol pada perikanan menawarkan alternatif pemecahan untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Dasar pendekatan ini adalah dengan menggunakan aktivitas mikroorganisme yang dapat menekan atau menghambat pertumbuhan bakteri patogen tanpa menimbulkan dampak buruk pada sistem keseimbangan ekologis bakteri. Praktikum dengan seleksi probiotik amilolitik, lipolitik dan proteolitik pada usus ikan mas dilaksanakan pada hari rabu tanggal 03 Juni 2015 mulai pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di laboraturium teknologi pengolahan hasil perikanan (TPHP) Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan tujuan diharapkan praktikan dapat memperoleh isobat kandidat bakteri probiotik. Hasilnya yaitu ada beberapa kelompok yang telah berhasil mendapatkan zona bening yaitu pada kelompok I dan II. Kelompok 1 pada cawan I terdapat dikuadran 0 dan 1, dan pada cawan II hanya terdapat pada kuadran 0 sedangkan untuk kelompok II hanya ada pada cawan I yaitu pada kuadran 0. Untuk kelompok lain tidak terdapat zona bening tetapi memiliki koloni bakteri yang tumbuh sangat banyak.
Kata kunci : Bakteri pathogen, Bakteri probiotik, Zona bening

ABTRACT
Carp (Cyprinus carpio) is one freshwater aquaculture fish species most widely cultivated and high economic value. In the cultivation of course has obstacles to the fish example is a disease. Disease affecting carp, among others, are caused by viruses, bacteria, fungi and protozoa. The use of probiotic bacteria as biocontrol agents on fishing offers an alternative solution to overcome these problems. The basic approach is to use the activities of microorganisms that can suppress or inhibit the growth of pathogenic bacteria without causing any adverse effect on the ecological balance of bacterial systems. Practicum with the selection of probiotic amylolytic, lipolytic and proteolytic in the intestine of carp held on Wednesday, dated June 3, 2015 starting at 13:00 to 15:00 pm. Housed in laboratory fish processing technology (TPHP) Department of Fisheries, Faculty of Agriculture, University of Sultan Ageng Tirtayasa the expected goal praktikan can obtain isolat candidate probiotic bacteria. The result is that there are some groups that have managed to get a clear zone that is in group I and II. Group 1 cup quadrant I are 0 and 1, and the second cup is only found in quadrant 0, while for the second group only in the first cup is in quadrant 0. For the other group there is no clear zone but have colonies of bacteria that grow very much.
Keywords : Pathogenic bacteria, probiotic bacteria, Zone clear

PENDAHULUAN
            Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia, mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang disebut media. Media adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembang biakan jasad renik (mikroorganisme). Media dapat berbentuk padat, cair dan semi padat (semi solid).
            Dalam praktikum kali ini menggunakan bahan baku berupa usus dari ikan mas (Cyprinus carpio). Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang paling banyak dibudidayakan dan bernilai ekonomis tinggi. Saat ini ikan mas memiliki banyak strain atau ras. Perbedaan sifat dan ciri dari ras disebabkan adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya. Penyakit yang menyerang ikan mas antara lain disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan protozoa. Beberapa bakteri patogen yang menimbulkan permasalahan bagi pembudidaya ikan adalah Vibrio sp., Aeromonas sp., Pseudomonas sp., Streptococcus., Pasteurella sp., dan Mycobacterium sp. Aeromonas liquefaciens, Aeromonas hidrophila dan Pseudomonas fluorescens dapat menyebabkan infeksi klinis pada ikan mas.
            Penggunaan bakteri probiotik sebagai agen biokontrol pada perikanan menawarkan alternatif pemecahan untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Dasar pendekatan ini adalah dengan menggunakan aktivitas mikroorganisme yang dapat menekan atau menghambat pertumbuhan bakteri patogen tanpa menimbulkan dampak buruk pada sistem keseimbangan ekologis bakteri. Cara ini telah terbukti berhasil dan banyak digunakan pada usaha hewan ternak. Penggunaan probiotik sebagai bentuk pengendalian biologis (biological control) karena perannya dalam membatasi atau membunuh hama dan penyakit, juga berperan dalam peningkatan kualitas air media pemeliharaan ikan. Prinsip dasar kerja probiotik adalah pemanfaatan kemampuan mikroba dalam meningkatkan penyerapan pada saluran pencernaan ikan.
Adapun tujuan dari praktikum tentang seleksi probiotik amilolitik, lipolitik dan proteolitik pada usus ikan mas (Cyprinus carpio) adalah diharapkan praktikan dapat memperoleh isobat kandidat bakteri probiotik.

METODOLOGI
Praktikum dengan seleksi probiotik amilolitik, lipolitik dan proteolitik pada usus ikan mas dilaksanakan pada hari rabu tanggal 03 Juni 2015 mulai pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di laboraturium teknologi pengolahan hasil perikanan (TPHP) Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Alat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu cawan petri, bunsen, alumunium foil, botol penyemprot, batang penyebar, spidol, alat bedah, tusuk sate, nampan. Sedangkan untuk bahan yang digunakan yaitu biakan bakteri Na dengan campuran bahan lipolitik, usus ikan mas, larutan fisiologis.
Hal pertama yang harus dilakukan dalam menjalankan praktikum yaitu semprotkan larutan alkohol pada tangan praktikan dan sekitar meja praktikum, ini bertujuan agar tempat percobaan tetap steril dan terhindar dari kontaminasi bakteri lainnya. Bagi media agar menjadi 4 kuadran dengan menggambarkan kuadran di bawah cawan petri. Bedah ikan mas untuk mengambil ususnya, potong usus sampai hancur dan campurkan dengan larutan fisiologis. Nyalakan bunsen untuk mensterilkan tusuk sate sebelum mencampurkan pada cawan yang berisi larutan usus ikan mas, kemudian tusukan pada media agar sampai 4 kuadran. Bungkus cawan menggunakan alumunium foil dan inkubasikan selama 24 jam, lalu hitung zona bening dan koloni bakteri yang tumbuh.
Hancurkan usus ikan mas
Campurkan dengan larutan fisiologis
Bagi media agar menjadi empat kuadran
Tusuk larutan dengan menggunakan tusuk sate
Tusukan tusuk sate pada media agar kuadran I
Ulangi langkah tersebut sampai kuadran IV
Bungkus cawan petri menggunakan alumunium foil
Inkubasikan 24 jam
Hitung zona bening dan koloni bakteri

Gambar 1. Diagram Alir

HASIL DAN PEMBAHASAN
            Adapun hasil dari praktikum tentang seleksi probiotik amilolitik, lipolitik dan proteolitik pada usus ikan mas (Cyprinus carpio) adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil pengamatan seleksi probiotik amilolitik, lipolitik dan proteolitik pada usus ikan mas (Cyprinus carpio).
No.
Nama Kelompok
Jumlah Cawan
Zona Bening
Jumlah Bakteri
1.
I
Cawan I
Ada, Kuadran 0 dan 1
216


Cawan II
Ada, Kuadran 0
280
2.
II
Cawan I
Ada, Kuadran 0
868


Cawan II
Tidak ada
1024
3.
III
Cawan I
Tidak ada
640


Cawan II
Tidak ada
600
4.
IV
Cawan I
Tidak ada
436


Cawan II
Tidak ada
404
5.
V
Cawan I
Tidak ada
437


Cawan II
Tidak ada
512
6.
VI
Cawan I
Tidak ada
620


Cawan II
Tidak ada
500
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh maka dapat dibahas yaitu ada beberapa kelompok yang telah berhasil mendapatkan zona bening yaitu pada kelompok I dan II. Kelompok 1 pada cawan I terdapat dikuadran 0 dan 1, dan pada cawan II hanya terdapat pada kuadran 0 sedangkan untuk kelompok II hanya ada pada cawan I yaitu pada kuadran 0. Untuk kelompok lain tidak terdapat zona bening tetapi memiliki koloni bakteri yang tumbuh sangat banyak. Kemampuan dalam menghasilkan senyawa antibakteri ini merupakan salah satu kriteria utama dalam seleksi probiotik. Probiotik memiliki kemampuan dalam memproduksi metabolism antimikroba yang mampu menekan bakteri pathogen dengan menjadi bagian dari mikroflora dan berkontribusi terhadap kesehatan inangnya. Bakteri probiotik menghasilkan metabolisme antimikroba seperti asam laktat, diacetil, hidrogen peroksida dan senyawa bakteriosin. Komponen senyawa-senyawa tersebut yang menghambat pertumbuhan bakteri patogen.


KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan data yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa dalam pengujian seleksi probiotik, praktikan telah berhasil memperoleh isolat kandidat bakteri probiotik dari saluran pencernaan yaitu pada usus ikan mas (Cyprinus carpio).
Untuk praktikum kali ini sudah sangat efektif dalam pemberian materi dan praktikum berjalan sesuai dengan prosedur yang telah diterapkan, namun diharapkan untuk alat praktikum dapat diperbanyak sehingga para praktikan tidak berebut yang dapat menyebabkan keributan selama praktikum berlangsung.

DAFTAR PUSTAKA
Allameh, S. K., Daud, H., Yusoff, F. M., Saad, C. R., and Ideris, A. 2012. Isolation, Identification and Characterization of Leuconostoc mesenteroides As A New Probiotic From Intestine of Snakehead Fish (Channa striatus). African Journal of Biotecnology.11(6): 3810-3816.
Feliatra., Efendi, I., dan Suryadi, E. 2004. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Probiotik dari Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscogatus) dalam Upaya Efisiensi Pakan Ikan. Jurnal Natur Indonesia. 6(2): 75-80.
Hadioetomo RS. 1993. Mikrobiologi dasar dalam praktek : Teknik dan prosedur dasar laboratorium. PT Gramedia, Jakarta.
Irianto, A., dan Austin, B. 2002. Probiotics In Aquaculture. Journal of Fish Diseases. 25:1-10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar