
Riska Ayu
Nuryahya
4443130741
Perikanan 4 A
4
JURUSAN
PERIKANAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA
2015
ABSTRAK
Pewarnaan
gram atau metode gram adalah salah satu teknik pewarnaan yang paling penting
dan luas yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri. Dalam proses ini,
olesan bakteri yang sudah terfiksasi dikenai larutan-larutan berikut : zat
pewarna kristal violet, larutan yodium, larutan alkohol, dan zat pewarna
tandingannya berupa zat warna safranin atau air fuchsin. Tujuan dari pewarnaan
adalah untuk mempermudah pengamatan bentuk sel bakteri, memperluas ukuran
bakteri, mengamati struktur dalam dan luar sel bakteri, dan melihat reaksi
bakteri terhadap pewarna yang diberikan sehingga sifat fisik atau kimia bakteri
dapat diketahui. Praktikum dengan materi pewarnaan gram dilaksanakan pada
tanggal 29 April 2015 pukul 13.00 - 15.00 WIB. Bertempat di laboraturium TPHP
Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengetahui, mengenal dan mempelajari
prosedur pewarnaan gram dan memahami pentingnya setiap langkah dalam prosedur tersebut.
Dalam percobaan tersebut didapatkan hasil yaitu pada kelompok 4 dan 5
mendapatkan bakteri gram positif (+) sedangkan untuk kelompok lainnya
mendapatkan bakteri gram negatif (-), hal ini dikarenakan hilangnya pewarna
primer ungu kristal saat pembilasan dengan alkohol.
Kata
Kunci : Bakteri gram negatif, Bakteri gram positif, Pewarnaan gram
ABSTRACT
Gram
or gram staining method is one of the most important staining technique and
widely used to identify bacteria. In this process, the spread of bacteria that
have been fixed subject to the following solutions : the dye crystal violet,
iodine solution, a solution of alcohol, and dyes his match in the form of dye
safranin or water fuchsin. Intended of staining is to facilitate the
observation form bacterial cells, expanding the size bacteria, observe
structures within and outside the bacterial cells, and see the reaction to the
dye bacteria given that the physical or chemical properties bacteria can be
known. Practicum with gram staining material held on 29 April 2015 at 13:00 to
15:00 pm. Housed in a laboratory TPHP Department of Fisheries, Faculty of Agriculture,
University of Sultan Ageng Tirtayasa with the aim to allow students to know,
know and learn gram staining procedures and understand the importance of each
step in the procedure. In the experiment showed that in a group of 4 and 5 get
a gram positive (+) while the other group get a gram-negative (-), this is due
to the loss of the primary dye crystal violet when rinsing with alcohol.
Keywords :
Gram-negative bacteria, Gram-positive bacteria, Gram stain
PENDAHULUAN
Bakteri memiliki beberapa bentuk yaitu basil (tongkat), coccus,
spirilum. Bakteri yang berbentuk tongkat maupun kokus dibagi menjadi beberapa
macam. Pada bentuk basil pembagiannya yaitu basil tunggal, diplobasil, dan
tripobasil. Sedangkan pada coccus dibagi menjadi monococcus, diplococcus,
sampai stophylococcus. Khusus pada spirilum hanya dibagi dua yaitu setengah melengkung
dan melengkung (Dwidjoseputro, 1998).
Melihat dan mengamati bakteri dalam kedaan hidup sangat sulit,
karena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil.
Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel
bakteri ini merupakan salah satu cara yang paling utama dalam
penelitian-penelitian mikrobiologi (Dwidjoseputro, 1998).
Pengenalan bentuk mikroba (morfologi), kecuali mikroalgae harus
dilakukan pewarnaan terlebih dahulu agar dapat diamati dengan jelas (Hadiutomo,
1990). Pada umumnya bakteri bersifat tembus cahaya, hal ini disebabkan karena
banyak bakteri yang tidak mempunyai zat warna (Waluyo, 2004). Tujuan dari
pewarnaan adalah untuk mempermudah pengamatan bentuk sel bakteri, memperluas
ukuran jazad, mengamati struktur dalam dan luar sel bakteri, dan melihat reaksi
jazad terhadap pewarna yang diberikan sehingga sifat fisik atau kimia jazad
dapat diketahui (Hadiutomo, 1990).
Pewarnaan gram atau metode gram adalah salah satu teknik pewarnaan
yang paling penting dan luas yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri.
Dalam proses ini, olesan bakteri yang sudah terfiksasi dikenai larutan-larutan
berikut : zat pewarna kristal violet, larutan yodium, larutan alkohol (bahan
pemucat), dan zat pewarna tandingannya berupa zat warna safranin atau air
fuchsin. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwan Denmark Hans
Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk
membedakan antara pneumokokusdan bakteri Klebsiella pneumoniae.
Bakteri yang terwarnai dengan metode ini dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Bakteri gram
positif akan mempertahankan zat pewarna kristal violet dan karenanya akan
tampak berwarna ungu tua di bawah mikroskop. Adapun bakteri gram negatif akan
kehilangan zat pewarna kristal violet setelah dicuci dengan alkohol, dan
sewaktu diberi zat pewarna tandingannya yaitu dengan zat pewarna air fuchsin
atau safranin akan tampak berwarna merah. Perbedaan warna ini disebabkan oleh
perbedaan dalam struktur kimiawi dinding selnya.
Jumlah bakrteri yang begitu banyak didunia ini memiliki
morfologi dan sruktur yang berbeda-beda.
Sehingga bermacam-macanm pewarnaan, terkadang terdapat beberapa jenis bakteri
yang sulit untuk diamati oleh karena itu pewarnaan gram sangatlah diperlukan.
Pewarnaan negatif ini berguna untuk mewarnai beberapa jenis bakteri yang sulit
untuk diamati morfologinya dengan menggunakan pewarnaan sederhana. Pewarnaan
ini dilakukan bukanlah untuk mewarnai bakterinya akan tetapi untuk mewarnai
latar belakang dari bakteri tersebut,sehingga bakteri akan terlihat berwarna
bening atau latar belakangnya barwarna hitam.
Adapun dilakukannya praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa dapat
mengetahui, mengenal dan mempelajari prosedur pewarnaan gram dan memahami
pentingnya setiap langkah dalam prosedur tersebut.
METODOLOGI
Praktikum dengan materi pewarnaan gram dilaksanakan pada hari rabu
tanggal 29 April 2015 mulai pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di laboraturium teknologi
pengolahan hasil perikanan (TPHP) Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian,
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Alat-alat yang digunakan pada praktikum pewarnaan gram ini yaitu
terdiri dari pipet tetes, jarum Ose, cawan petri, kaca preparat, botol
penyemprot, stopwatch dan alat tulis. Sedangkan untuk bahan menggunakan
beberapa larutan yaitu larutan gram A (kristal violet, berwarna ungu), larutan
gram B (kalium lolida), larutan gram C (alkohol), larutan D (safranin) dan
bakteri yang telah dibiakan selama 24 jam.
Dalam melakukan percobaan ini tentu saja hal pertama yang harus
dilakukan yaitu mensterilkan tempat percobaan dan tangan praktikan kemudian
siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Bakteri yang telah dibiakan dalam
cawan petri selama 24 jam digoreskan pada kaca preparat dengan menggunakan
jarum Ose, lalu teteskan larutan gram A sebanyak 2-3 tetes dan tunggu selama 1
menit. Cuci kaca preparat dengan air mengalir dan keringkan, teteskan kembali
larutan gram B dan tunggu selama 1 menit. Lakukan kembali kegiatan sampai pada
tetesan larutan gram D, tunggu sampai 30 detik, cuci kembali dengan air
mengalir dan keringkan. Amati kaca preparat tersebut dengan melakukan
perbandingan warna, jika pada kaca preparat warna yang tampak adalah warna ungu
violet (kristal) maka bakteri tersebut adalah bakteri gram positif, dan
sebaliknya jika warna yang tampak adalah warna merah muda maka bakteri tersebut
adalah bakteri gram negatif.
Prosedur kerja dalam praktikum pewarnaan gram, sebagai berikut :
Siapkan
preparat olesan bakteri
Teteskan larutan gram A sebanyak 2-3
tetes (1 menit)
Cuci dengan air mengalir dan
keringkan
Teteskan larutan gram B (1 menit)
Cuci dengan air mengalir dan
keringkan
Teteskan larutan gram C (30 detik)
Cuci dengan air mengalir dan
keringkan
Teteskan larutan gram D (30 detik)
Cuci dengan air mengalir dan
keringkan
Amati perubahan warna
Catat
Gambar 1. Diagram Alir
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan
pengamatan yang telah dilakukan, telah didapatkan hasil dan pembahasannya yaitu
sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil
Pewarnaan Gram
No.
|
Kelompok
|
Pewarnaan
Gram
|
Gambar
|
1.
|
1
|
Gram negatif
(-)
|
![]() |
2.
|
2
|
Gram negatif
(-)
|
![]() |
3.
|
3
|
Gram negatif
(-)
|
![]() |
4.
|
4
|
Gram positif
(+)
|
![]() |
5.
|
5
|
Gram positif
(+)
|
![]() |
6.
|
6
|
Gram negatif
(-)
|
![]() |
Dari data yang
telah diperoleh dapat dibahas bahwa pewarnaan gram merupakan salah satu teknik
pewarnaan yang paling penting dan luas yang digunakan untuk mengidentifikasi
bakteri. Pewarnaan ini berguna untuk mewarnai beberapa jenis bakteri yang sulit
untuk diamati morfologinya.
Tidak semua kelompok memiliki pewarnaan gram yang sama, pada
kelompok 4 dan 5 mendapatkan bakteri gram positif (+) hal ini dikarenakan,
bakteri dapat menahan warna kompleks primer ungu kristal iodium sampai akhir
prosedur dan sel bakteri berwarna biru gelap atau ungu. Sedangkan sisa kelompok
selanjutnya mendapatkan bakteri gram negatif (-), hal ini dikarenakan bakteri
kehilangan kompleks warna ungu kristal pada waktu pembilasan dengan alkohol,
namun kemudian terwarnai dengan pewarna tandingan yaitu larutan safranin
sehingga sel-sel tampak berwarna merah muda pada akhir pewarnaan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat ditarik kesimpulan
bahwa,dalam melakukan percobaan pewarnaan gram dapat dilakukan dan dipraktekkan
dengan mudah oleh mahasiswa sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Pada
saat melakukan percobaan, harus diperhatikan tahap atau langkah-langkah sesuai
urutan yang ada karena sangat berpengaruh pada pewarnaan hasil akhirnya. Adapun
tahapan yang sesuai yaitu tahap pertama pemberian warna utama pada larutan A,
mengintensifan warna utama dengan larutan B, kemudian pencucian dengan larutan
C dan tahap akhir yaitu pemberian warna penutup atau pewarna tandingan dengan
larutan D.
Pada saat pemberian materi sudah sangat baik hanya saja pada saat
pelaksanaan kuis diharapkan dapat dilakukan setelah pemberian materi selesai
sehingga materi dapat dipahami dan dimengerti terlebih dahulu. Dan untuk
melakukan percobaan diharapkan dapat dilakukan secara bergilir dengan bimbingan
asleb untuk yang belum melakukan percobaan karena sebagian besar yang melakukan
percobaan adalah orang yang sama sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Cappuccino,
J., G., & Natalie., S. 1983.Microbiology A Laboratory Manual.
Addison-Wesley Publishing Company : New York.
Dwidjoseputro.
1994. Mikrobiologi untuk Universitas. Ganesha Expect. Bandung.
Hadioetomo,
R. S. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Jakarta : Gramedia.
Waluyo.
2004. Mikrobiologi Tanah. Jakarta : CV Rajawali.
Waluyo,
L. 2007. Mikrobiologi Umum. Malang : UMM Press.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar