Sabtu, 13 Juni 2015

LAPORAN PEWARNAAN GRAM




PEWARNAAN GRAM

Riska Ayu Nuryahya
4443130741
Perikanan 4 A
4

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2015
ABSTRAK
Pewarnaan gram atau metode gram adalah salah satu teknik pewarnaan yang paling penting dan luas yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri. Dalam proses ini, olesan bakteri yang sudah terfiksasi dikenai larutan-larutan berikut : zat pewarna kristal violet, larutan yodium, larutan alkohol, dan zat pewarna tandingannya berupa zat warna safranin atau air fuchsin. Tujuan dari pewarnaan adalah untuk mempermudah pengamatan bentuk sel bakteri, memperluas ukuran bakteri, mengamati struktur dalam dan luar sel bakteri, dan melihat reaksi bakteri terhadap pewarna yang diberikan sehingga sifat fisik atau kimia bakteri dapat diketahui. Praktikum dengan materi pewarnaan gram dilaksanakan pada tanggal 29 April 2015 pukul 13.00 - 15.00 WIB. Bertempat di laboraturium TPHP Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengetahui, mengenal dan mempelajari prosedur pewarnaan gram dan memahami pentingnya setiap langkah dalam prosedur tersebut. Dalam percobaan tersebut didapatkan hasil yaitu pada kelompok 4 dan 5 mendapatkan bakteri gram positif (+) sedangkan untuk kelompok lainnya mendapatkan bakteri gram negatif (-), hal ini dikarenakan hilangnya pewarna primer ungu kristal saat pembilasan dengan alkohol.

Kata Kunci : Bakteri gram negatif, Bakteri gram positif, Pewarnaan gram

ABSTRACT
Gram or gram staining method is one of the most important staining technique and widely used to identify bacteria. In this process, the spread of bacteria that have been fixed subject to the following solutions : the dye crystal violet, iodine solution, a solution of alcohol, and dyes his match in the form of dye safranin or water fuchsin. Intended of staining is to facilitate the observation form bacterial cells, expanding the size bacteria, observe structures within and outside the bacterial cells, and see the reaction to the dye bacteria given that the physical or chemical properties bacteria can be known. Practicum with gram staining material held on 29 April 2015 at 13:00 to 15:00 pm. Housed in a laboratory TPHP Department of Fisheries, Faculty of Agriculture, University of Sultan Ageng Tirtayasa with the aim to allow students to know, know and learn gram staining procedures and understand the importance of each step in the procedure. In the experiment showed that in a group of 4 and 5 get a gram positive (+) while the other group get a gram-negative (-), this is due to the loss of the primary dye crystal violet when rinsing with alcohol.

Keywords : Gram-negative bacteria, Gram-positive bacteria, Gram stain

PENDAHULUAN
Bakteri memiliki beberapa bentuk yaitu basil (tongkat), coccus, spirilum. Bakteri yang berbentuk tongkat maupun kokus dibagi menjadi beberapa macam. Pada bentuk basil pembagiannya yaitu basil tunggal, diplobasil, dan tripobasil. Sedangkan pada coccus dibagi menjadi monococcus, diplococcus, sampai stophylococcus. Khusus pada spirilum hanya dibagi dua yaitu setengah melengkung dan melengkung (Dwidjoseputro, 1998).
Melihat dan mengamati bakteri dalam kedaan hidup sangat sulit, karena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salah satu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Dwidjoseputro, 1998).
Pengenalan bentuk mikroba (morfologi), kecuali mikroalgae harus dilakukan pewarnaan terlebih dahulu agar dapat diamati dengan jelas (Hadiutomo, 1990). Pada umumnya bakteri bersifat tembus cahaya, hal ini disebabkan karena banyak bakteri yang tidak mempunyai zat warna (Waluyo, 2004). Tujuan dari pewarnaan adalah untuk mempermudah pengamatan bentuk sel bakteri, memperluas ukuran jazad, mengamati struktur dalam dan luar sel bakteri, dan melihat reaksi jazad terhadap pewarna yang diberikan sehingga sifat fisik atau kimia jazad dapat diketahui (Hadiutomo, 1990).
Pewarnaan gram atau metode gram adalah salah satu teknik pewarnaan yang paling penting dan luas yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri. Dalam proses ini, olesan bakteri yang sudah terfiksasi dikenai larutan-larutan berikut : zat pewarna kristal violet, larutan yodium, larutan alkohol (bahan pemucat), dan zat pewarna tandingannya berupa zat warna safranin atau air fuchsin. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokusdan bakteri Klebsiella pneumoniae.
Bakteri yang terwarnai dengan metode ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Bakteri gram positif akan mempertahankan zat pewarna kristal violet dan karenanya akan tampak berwarna ungu tua di bawah mikroskop. Adapun bakteri gram negatif akan kehilangan zat pewarna kristal violet setelah dicuci dengan alkohol, dan sewaktu diberi zat pewarna tandingannya yaitu dengan zat pewarna air fuchsin atau safranin akan tampak berwarna merah. Perbedaan warna ini disebabkan oleh perbedaan dalam struktur kimiawi dinding selnya.
Jumlah bakrteri yang begitu banyak didunia ini memiliki morfologi  dan sruktur yang berbeda-beda. Sehingga bermacam-macanm pewarnaan, terkadang terdapat beberapa jenis bakteri yang sulit untuk diamati oleh karena itu pewarnaan gram sangatlah diperlukan. Pewarnaan negatif ini berguna untuk mewarnai beberapa jenis bakteri yang sulit untuk diamati morfologinya dengan menggunakan pewarnaan sederhana. Pewarnaan ini dilakukan bukanlah untuk mewarnai bakterinya akan tetapi untuk mewarnai latar belakang dari bakteri tersebut,sehingga bakteri akan terlihat berwarna bening atau latar belakangnya barwarna hitam.
Adapun dilakukannya praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui, mengenal dan mempelajari prosedur pewarnaan gram dan memahami pentingnya setiap langkah dalam prosedur tersebut.


METODOLOGI
Praktikum dengan materi pewarnaan gram dilaksanakan pada hari rabu tanggal 29 April 2015 mulai pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di laboraturium teknologi pengolahan hasil perikanan (TPHP) Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Alat-alat yang digunakan pada praktikum pewarnaan gram ini yaitu terdiri dari pipet tetes, jarum Ose, cawan petri, kaca preparat, botol penyemprot, stopwatch dan alat tulis. Sedangkan untuk bahan menggunakan beberapa larutan yaitu larutan gram A (kristal violet, berwarna ungu), larutan gram B (kalium lolida), larutan gram C (alkohol), larutan D (safranin) dan bakteri yang telah dibiakan selama 24 jam.
Dalam melakukan percobaan ini tentu saja hal pertama yang harus dilakukan yaitu mensterilkan tempat percobaan dan tangan praktikan kemudian siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Bakteri yang telah dibiakan dalam cawan petri selama 24 jam digoreskan pada kaca preparat dengan menggunakan jarum Ose, lalu teteskan larutan gram A sebanyak 2-3 tetes dan tunggu selama 1 menit. Cuci kaca preparat dengan air mengalir dan keringkan, teteskan kembali larutan gram B dan tunggu selama 1 menit. Lakukan kembali kegiatan sampai pada tetesan larutan gram D, tunggu sampai 30 detik, cuci kembali dengan air mengalir dan keringkan. Amati kaca preparat tersebut dengan melakukan perbandingan warna, jika pada kaca preparat warna yang tampak adalah warna ungu violet (kristal) maka bakteri tersebut adalah bakteri gram positif, dan sebaliknya jika warna yang tampak adalah warna merah muda maka bakteri tersebut adalah bakteri gram negatif.
Prosedur kerja dalam praktikum pewarnaan gram, sebagai berikut :
Siapkan preparat olesan bakteri
Teteskan larutan gram A sebanyak 2-3 tetes (1 menit)
Cuci dengan air mengalir dan keringkan
Teteskan larutan gram B (1 menit)
Cuci dengan air mengalir dan keringkan
Teteskan larutan gram C (30 detik)
Cuci dengan air mengalir dan keringkan
Teteskan larutan gram D (30 detik)
Cuci dengan air mengalir dan keringkan
Amati perubahan warna
Catat
Gambar 1. Diagram Alir

HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, telah didapatkan hasil dan pembahasannya yaitu sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil Pewarnaan Gram
No.
Kelompok
Pewarnaan Gram
Gambar
1.



1
Gram negatif (-)
2.



2
Gram negatif (-)
3.




3
Gram negatif (-)
4.




4
Gram positif (+)
5.




5
Gram positif (+)
6.

6
Gram negatif (-)
Dari data yang telah diperoleh dapat dibahas bahwa pewarnaan gram merupakan salah satu teknik pewarnaan yang paling penting dan luas yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri. Pewarnaan ini berguna untuk mewarnai beberapa jenis bakteri yang sulit untuk diamati morfologinya.
Tidak semua kelompok memiliki pewarnaan gram yang sama, pada kelompok 4 dan 5 mendapatkan bakteri gram positif (+) hal ini dikarenakan, bakteri dapat menahan warna kompleks primer ungu kristal iodium sampai akhir prosedur dan sel bakteri berwarna biru gelap atau ungu. Sedangkan sisa kelompok selanjutnya mendapatkan bakteri gram negatif (-), hal ini dikarenakan bakteri kehilangan kompleks warna ungu kristal pada waktu pembilasan dengan alkohol, namun kemudian terwarnai dengan pewarna tandingan yaitu larutan safranin sehingga sel-sel tampak berwarna merah muda pada akhir pewarnaan.

KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa,dalam melakukan percobaan pewarnaan gram dapat dilakukan dan dipraktekkan dengan mudah oleh mahasiswa sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Pada saat melakukan percobaan, harus diperhatikan tahap atau langkah-langkah sesuai urutan yang ada karena sangat berpengaruh pada pewarnaan hasil akhirnya. Adapun tahapan yang sesuai yaitu tahap pertama pemberian warna utama pada larutan A, mengintensifan warna utama dengan larutan B, kemudian pencucian dengan larutan C dan tahap akhir yaitu pemberian warna penutup atau pewarna tandingan dengan larutan D.
Pada saat pemberian materi sudah sangat baik hanya saja pada saat pelaksanaan kuis diharapkan dapat dilakukan setelah pemberian materi selesai sehingga materi dapat dipahami dan dimengerti terlebih dahulu. Dan untuk melakukan percobaan diharapkan dapat dilakukan secara bergilir dengan bimbingan asleb untuk yang belum melakukan percobaan karena sebagian besar yang melakukan percobaan adalah orang yang sama sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA
Cappuccino, J., G., & Natalie., S. 1983.Microbiology A Laboratory Manual. Addison-Wesley Publishing Company : New York.
Dwidjoseputro. 1994. Mikrobiologi untuk Universitas. Ganesha Expect. Bandung.
Hadioetomo, R. S. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Jakarta : Gramedia.
Waluyo. 2004. Mikrobiologi Tanah. Jakarta : CV Rajawali.
Waluyo, L. 2007. Mikrobiologi Umum. Malang : UMM Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar