Sabtu, 13 Juni 2015

LAPORAN PEMBUATAN MEDIA AGAR



PEMBUATAN MEDIA AGAR
Riska Ayu Nuryahya

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Abstrak
Media adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembang biakan jasad renik (mikroorganisme). Pada praktikum yang dilakukan pada tanggal 08 April 2015, telah menyelesaikan suatu percobaan dalam pembuatan media agar, media yang dipakai pada praktikum ini adalah jenis agar TSA dan TSB yang merupakan media kultur universal, hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. Alat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu cawan petri, timbangan elektrik, spantula, erlenmeyer, hot plate, cling warp, bunsen, botol, alumunium foil. Praktikum kali ini ditujukan kepada mahasiswa jurusan Perikanan untuk mengetahui prosedur pembuatan media TSA dan TSB yang digunakan pada pengembang biakan mikroba atau bakteri dan mampu untuk membuat media agar sesuai dengan prosedur.
Kata Kunci : Media, Bakteri, TSA, TSB
Abstract
Media is a substance that consists of a mixture of nutrients (nutrients) are required for the growth and proliferation of micro-organisms (microorganisms). In the lab conducted on April 8, 2015, has completed an experiment in creating the media that, the media used in this lab is the type that TSA and TSB is a universal culture media, almost all types of bacteria can grow on this medium. The tools used in this lab is a petri dish, electric scales, spantula, erlenmeyer, hot plate, cling warp, Bunsen, bottles, aluminum foil. Practicum is addressed to students majoring in Fisheries to know the procedures of the TSA and TSB media used in the breeding of microbes or bacteria and are able to make the media to fit with the procedure.
Keywords : Media, Bacteria, TSA, TSB


PENDAHULUAN
Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia, mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang disebut media. Media adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembang biakan jasad renik (mikroorganisme). Media dapat berbentuk padat, cair dan semi padat (semi solid).
Didalam laboratorium mikrobiologi, kultur media sangat penting untuk isolasi, pengujian sifat-sifat phisis dan biokhemis bakteria serta untuk diagnosa suatu penyakit. Zat makanan yang dibutuhkan bakteri pada umumnya sangat bervariasi, dapat berbentuk senyawa-senyawa organik sederhana atau senyawa-senyawa organik komplek (majemuk). Untuk melakukan hal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrien yang diisyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya.
Media buatan merupakan tempat hidup bagi  mikroba. Media yang dipakai pada praktikum ini adalah jenis agar TSA dan TSB yang merupakan media kultur universal, hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. TSA (Trypticase Soy Agar) digunakan untuk medium pertumbuhan dengan tujuan mengamati morfologi koloni, mengembangkan kultur murni, pertumbuhan untuk tes biokimia. TSA juga biasa digunakan untuk penghitungan jumlah bakteri.
Sedangkan TSB (Trypticase Soy Broth) adalah media broth diperkaya tujuan umumnya untuk isolasi, dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari specimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam aminodan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.
Pada pembuatan media hal penting yang harus dilakukan adalah mensterilkan tempat, alat, dan tangan menggunakan alkohol. Hal ini agar lingkungan menjadi aseptis bebas dari mikroba (Satish Gupte, 1990). Pada umumnya mikroba menyukai media yang di dalamnya mengandung banyak gizi yang cukup tinggi.
Pada praktikum kali ini ditujukan kepada mahasiswa jurusan Perikanan untuk mengetahui prosedur pembuatan media TSA (Trypticase Soya Agar) dan TSB (Trypticase Soy Broth) yang digunakan pada pengembang biakan mikroba atau bakteri dan mampu untuk membuat media agar sesuai dengan prosedur.

METODOLOGI
            Praktikum dengan pembuatan media agar dilaksanakan pada hari rabu tanggal 08 April 2015 mulai pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di laboraturium teknologi pengolahan hasil perikanan (TPHP) Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Alat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu cawan petri, timbangan elektrik, spantula, erlenmeyer, hot plate, cling warp, bunsen, botol, alumunium foil. Sedangkan untuk bahan yang digunakan yaitu TSA (Trypticase Soya Agar) sebanyak 4 gram, TSB (Trypticase Soy Broth) sebanyak 3 gram, dan aquades 100 ml.
Dalam melakukan percobaan pembuatan media agar ini, ada hal utama yang harus diperhatikan yaitu mensterilkan tangan dan sekeliling tempat percobaan dengan alkohol agar tidak terkontaminasi dengan bakteri yang menyebar, dan juga mensterilkan salah satu alat yang akan digunakan yaitu botol dengan cara merebus hingga mendidih. Timbang bahan yang akan digunakan, untuk media TSA ditimbang sebanyak 4 gram, sedangkan untuk TSB sebanyak 3 gram. Setelah ditimbang masukkan ke dalam erlenmeyer dan encerkan dengan 100 ml aquades lalu homogenkan dengan menggunakan hot plate. Saat buih pada media tersebut sudah hilang, tutup erlenmeyer dengan dengan rapat menggunakan cling warp, diamkan sampai dingin dan didinginkan.
Timbang TSA 4 gram dan TSB 3 gram
Simpan di dalam erlenmeyer
Encerkan dengan aquades 100 ml
Homogenkan dengan hot plate (sampai tidak ada buih)
Tutup erlenmeyer dengan cling warp
Dinginkan
Gab. 1 Diagram alir proses pembuatan media agar

HASIL DAN PEMBAHASAN
            Dari beberapa tahapan yang dilakukan untuk membuat media agar telah mendapatkan hasil sebuah agar yang kenyal di dalam cawan petri yang telah didinginkan, agar tersebut adalah media TSA dan TSB. Untuk menghindari adanya bahan-bahan yang dapat mempengaruhi kelarutan (solubilitas) zat yang digunakan, merubah warna media jika kena panas, meracuni (bakterisidal) atau dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam pembuatannya digunakan air suling (aquadest) sebagai pelarutnya.
Sedangkan untuk wadah atau tempat melarutkan, jika jumlahnya sedikit dipakai alat-alat gelas seperti erlenmeyer atau gelas piala, jika pembuatannya dengan jumlah banyak dipakai ember yang terbuat dari stainless. Wadah dari tembaga atau seng tidak digunakan untuk menghindari terjadinya kelarutan pada kedua metal tersebut, karena keduanya diketahui mudah teroksidasi dan korosif. Jumlah sekecil apapun dari kedua metal ini jika terlarut dalam media akan bersifat sebagai bakterisidal (Collin dan Patricia, 1987).
Pengukuran derajat keasaman atau eksponen hidrogen (pH) media sangat penting. Jika terlalu asam atau basa, maka pertumbuhan bakteri akan dihambat. Hampir semua bakteri tumbuh pada media pH 7.00 - 7.50, dan hanya beberapa saja yang tumbuh pada media yang pH nya dibawah 7.0, misalnya Mycobakterium, yaitu bakteri tahan asam yang tumbuh pada media pH 6.8. Pengukuran pH hendaknya dilakukan pada suhu kamar, untuk menghindari penyimpangan atau kesalahan.
Pengisian media yang sudah diukur pH nya kedalam tabung atau botol sebaiknya jangan terlalu penuh untuk menghindari tumpah atau pecah jika disterilkan. Untuk bentuk padat yang mengandung 2% agar-agar atau bentuk semi solid yang mengandung 0,2% - 0,5% agar-agar, sehelum diisikan harus dipanaskan dahulu supaya agarnya larut dan homogen. Sedangkan untuk pembuatan media agar plat. dimasukan kedalam erlenmeyer yang kemudian ditutup dengan cling warp atau alumunium foil.
Setiap batch media yang dibuat sebelum digunakan harus dikontrol dahulu sterilitasnya, yaitu dengan menyimpan didalam inkubator pada suhu 37oC selama 24 jam. Media yang terkontaminasi tidak boleh dipakai dan harus dibuang.

KESIMPULAN DAN SARAN
            Berdasarkan data yang telah diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa media agar yaitu TSA maupun TSB merupakan media kultur yang umum diberguna untuk isolasi dan penumbuhan bermacam mikroorganisme yang bersifat aerobik, cara membuatnya yang tidak sulit sehingga praktikan mampu mengikuti sesuai dengan prosedur.
            Praktikum yang dilakukan sudah cukup baik dan sesuai dengan prosedur hanya saja penjelasan materi harus lebih detail kembali.

DAFTAR PUSTAKA

Collin, C.H and Patricia. M. Lyne. 1987. Microbiological Method. Fifth Edition. Butterworths, London.
Gupte. Satish. 1990. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Binarupa Aksara.
Schlegel. Hans G. 1994. Mikrobiologi Umum edisi VI. Gajah Mada University Press: Yoyakarta.

LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar