Riska Ayu Nuryahya
JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA
Abstrak
Media
adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi)
yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembang biakan jasad renik
(mikroorganisme). Pada praktikum yang dilakukan pada tanggal 08 April 2015,
telah menyelesaikan suatu percobaan dalam pembuatan media agar, media yang
dipakai pada praktikum ini adalah jenis agar TSA dan TSB yang merupakan media
kultur universal, hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. Alat-alat
yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu cawan petri, timbangan elektrik,
spantula, erlenmeyer, hot plate, cling warp, bunsen, botol, alumunium foil.
Praktikum kali ini ditujukan kepada mahasiswa jurusan Perikanan untuk
mengetahui prosedur pembuatan media TSA dan TSB yang digunakan pada pengembang
biakan mikroba atau bakteri dan mampu untuk membuat media agar sesuai dengan
prosedur.
Kata Kunci : Media, Bakteri, TSA, TSB
Abstract
Media is a
substance that consists of a mixture of nutrients (nutrients) are required for
the growth and proliferation of micro-organisms (microorganisms). In the lab
conducted on April 8, 2015, has completed an experiment in creating the media
that, the media used in this lab is the type that TSA and TSB is a universal
culture media, almost all types of bacteria can grow on this medium. The tools
used in this lab is a petri dish, electric scales, spantula, erlenmeyer, hot
plate, cling warp, Bunsen, bottles, aluminum foil. Practicum is addressed to
students majoring in Fisheries to know the procedures of the TSA and TSB media
used in the breeding of microbes or bacteria and are able to make the media to
fit with the procedure.
Keywords : Media, Bacteria, TSA, TSB
PENDAHULUAN
Mikroorganisme
dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia, mikroorganisme
yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang disebut media.
Media adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi)
yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembang biakan jasad renik (mikroorganisme).
Media dapat berbentuk padat, cair dan semi padat (semi solid).
Didalam
laboratorium mikrobiologi, kultur media sangat penting untuk isolasi, pengujian
sifat-sifat phisis dan biokhemis bakteria serta untuk diagnosa suatu penyakit. Zat
makanan yang dibutuhkan bakteri pada umumnya sangat bervariasi, dapat berbentuk
senyawa-senyawa organik sederhana atau senyawa-senyawa organik komplek (majemuk).
Untuk melakukan hal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrien yang
diisyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan
kondisi optimum bagi pertumbuhannya.
Media buatan
merupakan tempat hidup bagi mikroba.
Media yang dipakai pada praktikum ini adalah jenis agar TSA dan TSB yang merupakan
media kultur universal, hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini.
TSA (Trypticase Soy Agar) digunakan untuk medium pertumbuhan dengan tujuan
mengamati morfologi koloni, mengembangkan kultur murni, pertumbuhan untuk tes
biokimia. TSA juga biasa digunakan untuk penghitungan jumlah bakteri.
Sedangkan TSB (Trypticase
Soy Broth) adalah media broth diperkaya tujuan umumnya untuk isolasi, dan
penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi
bakteri dari specimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas
bakteri patogen. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang
menyediakan asam aminodan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi
media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. Dekstrosa adalah sumber energi
dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.
Pada pembuatan
media hal penting yang harus dilakukan adalah mensterilkan tempat, alat, dan
tangan menggunakan alkohol. Hal ini agar lingkungan menjadi aseptis bebas dari
mikroba (Satish Gupte, 1990). Pada umumnya mikroba menyukai media yang di
dalamnya mengandung banyak gizi yang cukup tinggi.
Pada praktikum
kali ini ditujukan kepada mahasiswa jurusan Perikanan untuk mengetahui prosedur
pembuatan media TSA (Trypticase Soya Agar) dan TSB (Trypticase Soy Broth) yang
digunakan pada pengembang biakan mikroba atau bakteri dan mampu untuk membuat
media agar sesuai dengan prosedur.
METODOLOGI
Praktikum
dengan pembuatan media agar dilaksanakan pada hari rabu tanggal 08 April 2015
mulai pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di laboraturium teknologi pengolahan
hasil perikanan (TPHP) Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa.
Alat-alat yang
digunakan pada praktikum kali ini yaitu cawan petri, timbangan elektrik,
spantula, erlenmeyer, hot plate, cling warp, bunsen, botol, alumunium foil.
Sedangkan untuk bahan yang digunakan yaitu TSA (Trypticase Soya Agar) sebanyak
4 gram, TSB (Trypticase Soy Broth) sebanyak 3 gram, dan aquades 100 ml.
Dalam melakukan
percobaan pembuatan media agar ini, ada hal utama yang harus diperhatikan yaitu
mensterilkan tangan dan sekeliling tempat percobaan dengan alkohol agar tidak
terkontaminasi dengan bakteri yang menyebar, dan juga mensterilkan salah satu
alat yang akan digunakan yaitu botol dengan cara merebus hingga mendidih.
Timbang bahan yang akan digunakan, untuk media TSA ditimbang sebanyak 4 gram,
sedangkan untuk TSB sebanyak 3 gram. Setelah ditimbang masukkan ke dalam
erlenmeyer dan encerkan dengan 100 ml aquades lalu homogenkan dengan
menggunakan hot plate. Saat buih pada media tersebut sudah hilang, tutup
erlenmeyer dengan dengan rapat menggunakan cling warp, diamkan sampai dingin
dan didinginkan.
Timbang TSA 4 gram dan TSB 3 gram
Simpan di dalam
erlenmeyer
Encerkan dengan
aquades 100 ml
Homogenkan
dengan hot plate (sampai tidak ada buih)
Tutup
erlenmeyer dengan cling warp
Dinginkan
Gab. 1 Diagram alir proses pembuatan media agar
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari beberapa tahapan yang dilakukan
untuk membuat media agar telah mendapatkan hasil sebuah agar yang kenyal di
dalam cawan petri yang telah didinginkan, agar tersebut adalah media TSA dan
TSB. Untuk menghindari adanya bahan-bahan yang dapat mempengaruhi kelarutan (solubilitas)
zat yang digunakan, merubah warna media jika kena panas, meracuni (bakterisidal)
atau dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam pembuatannya digunakan air
suling (aquadest) sebagai pelarutnya.
Sedangkan untuk wadah atau tempat melarutkan, jika jumlahnya
sedikit dipakai alat-alat gelas seperti erlenmeyer atau gelas piala, jika
pembuatannya dengan jumlah banyak dipakai ember yang terbuat dari stainless.
Wadah dari tembaga atau seng tidak digunakan untuk menghindari terjadinya kelarutan
pada kedua metal tersebut, karena keduanya diketahui mudah teroksidasi dan korosif.
Jumlah sekecil apapun dari kedua metal ini jika terlarut dalam media akan bersifat
sebagai bakterisidal (Collin dan Patricia, 1987).
Pengukuran derajat keasaman atau eksponen hidrogen (pH) media
sangat penting. Jika terlalu asam atau basa, maka pertumbuhan bakteri akan dihambat.
Hampir semua bakteri tumbuh pada media pH 7.00 - 7.50, dan hanya beberapa saja
yang tumbuh pada media yang pH nya dibawah 7.0, misalnya Mycobakterium, yaitu
bakteri tahan asam yang tumbuh pada media pH 6.8. Pengukuran pH hendaknya
dilakukan pada suhu kamar, untuk menghindari penyimpangan atau kesalahan.
Pengisian media yang sudah diukur pH nya kedalam tabung atau botol sebaiknya
jangan terlalu penuh untuk menghindari tumpah atau pecah jika disterilkan. Untuk
bentuk padat yang mengandung 2% agar-agar atau bentuk semi solid yang
mengandung 0,2% - 0,5% agar-agar, sehelum diisikan harus dipanaskan dahulu
supaya agarnya larut dan homogen. Sedangkan untuk pembuatan media agar plat.
dimasukan kedalam erlenmeyer yang kemudian ditutup dengan cling warp atau
alumunium foil.
Setiap batch
media yang dibuat sebelum digunakan harus dikontrol dahulu sterilitasnya, yaitu
dengan menyimpan didalam inkubator pada suhu 37oC selama 24 jam. Media
yang terkontaminasi tidak boleh dipakai dan harus dibuang.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan data yang telah
diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa media agar yaitu TSA maupun TSB
merupakan media kultur yang umum diberguna untuk isolasi dan penumbuhan
bermacam mikroorganisme yang bersifat aerobik, cara membuatnya yang tidak sulit
sehingga praktikan mampu mengikuti sesuai dengan prosedur.
Praktikum yang dilakukan sudah cukup
baik dan sesuai dengan prosedur hanya saja penjelasan materi harus lebih detail
kembali.
DAFTAR PUSTAKA
Collin, C.H and
Patricia. M. Lyne. 1987. Microbiological Method. Fifth Edition.
Butterworths, London.
Gupte.
Satish. 1990. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Binarupa Aksara.
Schlegel. Hans
G. 1994. Mikrobiologi Umum edisi VI. Gajah Mada University Press:
Yoyakarta.
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar