PEMBUATAN MEDIA
SELEKSI PROBIOTIK AMILOLITIK, LIPOLITIK DAN PROTEOLITIK

Riska Ayu
Nuryahya
4443130741
Perikanan 4 A
4
JURUSAN
PERIKANAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA
2015
ABSTRAK
Didalam
laboratorium mikrobiologi, kultur media sangat penting untuk isolasi, pengujian
sifat-sifat phisis dan biokhemis bakteria serta untuk diagnosa suatu penyakit. Untuk
pembuatan media ini menggunakan seleksi probiotik dengan media Na (Nutrient
Agar), probiotik dapat didefinisikan dalam beberapa pengertian tergantung pada
pemahaman mekanismenya dalam memberikan pengaruh bagi kesehatan dan kehidupan
organisme. Probiotik merupakan mikroba tambahan yang memberikan pengaruh
menguntungkan bagi inang melalui modifikasi komunitas mikroba atau assosiasi
dengan inang, menjamin perbaikan penggunaan pakan atau perbaikan nilai
nutrisinya, memperbaiki respon inang terhadap penyakit atau memperbaiki
kualitas lingkungan ambangnya. Praktikum ini dilaksanakan pada hari rabu
tanggal 27 Mei 2015 mulai pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di laboraturium
teknologi pengolahan hasil perikanan (TPHP) Jurusan Perikanan, Fakultas
Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan tujuan mahasiswa dapat
memperoleh isobat kandidat bakteri probiotik. Dari beberapa tahapan yang
dilakukan untuk membuat media agar telah mendapatkan hasil sebuah media agar
dengan seleksi probiotik lipolitik, karena bahan baku tambahan yang digunakan
yaitu berupa minyak zaitun. Sebuah media agar yang kenyal di dalam cawan petri
yang telah didinginkan, media tersebut adalah media Na (Nutrient Agar).
Kata kunci : Mikroba,
Media agar, Probiotik
ABSTRACT
In the
microbiology laboratory, the culture media is very important for the isolation,
testing of the properties and biochemical phisis bacteria as well as to
diagnose an illness. To manufacture these media using a selection of probiotics
with Na media (Nutrient Agar), probiotics can be defined in some sense depends
on understanding the mechanism in giving effect to the health and life of the
organism. Probiotics are microbial additional beneficial effect for the host
via the modification of microbial communities or associations with their hosts,
guaranteeing repair the use of feed or improvement of nutritional value,
improves host response to disease or improve environmental quality threshold.
This lab held on Wednesday, May 27, 2015 date beginning at 1:00 p.m. to 3:00
p.m. GMT. Housed in laboratory fish processing technology (TPHP) Department of
Fisheries, Faculty of Agriculture, University of Sultan Ageng Tirtayasa with
the aim of a student can obtain isobat candidate probiotic bacteria. Of the
several steps being taken to create a media that has been getting the media
that with the selection of a probiotic lipolytic, as additional feedstock used
in the form of olive oil. A chewy agar medium in a petri dish that has been
cooled, the media is the media Na (Nutrient Agar).
Keywords : Microbial,
Media agar, Probiotics
PENDAHULUAN
Mikroorganisme dapat berkembang biak
dengan alami atau dengan bantuan manusia, mikroorganisme yang dikembangkan oleh
manusia diantaranya melalui substrat yang disebut media. Media adalah suatu
substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan
untuk pertumbuhan dan perkembang biakan jasad renik (mikroorganisme). Media
dapat berbentuk padat, cair dan semi padat (semi solid).
Didalam laboratorium mikrobiologi, kultur media sangat penting
untuk isolasi, pengujian sifat-sifat phisis dan biokhemis bakteria serta untuk
diagnosa suatu penyakit. Zat makanan yang dibutuhkan bakteri pada umumnya
sangat bervariasi, dapat berbentuk senyawa-senyawa organik sederhana atau
senyawa-senyawa organik komplek (majemuk). Untuk melakukan hal ini, haruslah
dimengerti jenis-jenis nutrien yang diisyaratkan oleh bakteri dan juga macam
lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya.
Untuk pembuatan media ini menggunakan seleksi probiotik dengan
medium Na (Nutrient Agar), probiotik dapat didefinisikan dalam beberapa
pengertian tergantung pada pemahaman mekanismenya dalam memberikan pengaruh
bagi kesehatan dan kehidupan organisme. Istilah probiotik pertama kali dicetuskan
untuk mendeskripsikan senyawa yang dihasilkan mikroorganisme yang dapat
menstimulir pertumbuhan mikroorganisme lain. Selanjutnya definisi probiotik
berkembang menjadi organisme dan senyawa yang dapat menghasilkan keseimbangan
mikroflora usus.
Beberapa definisi tentang probiotik diungkapkan oleh beberapa
peneliti antara lain, Fuller (1987) diacu dalam Irianto (2003) mendefinisikan
probiotik sebagai makanan tambahan (suplemen) berupa sel mikroba hidup yang
memiliki pengaruh menguntungkan bagi hewan inang yang mengkonsumsinya melalui
penyeimbangan flora mikroba di dalam intestinumnya.
Oleh karena itu, Verschuere et al. (2000) mengusulkan definisi
probiotik sebagai mikroba tambahan yang memberikan pengaruh menguntungkan bagi
inang melalui modifikasi komunitas mikroba atau assosiasi dengan inang,
menjamin perbaikan penggunaan pakan atau perbaikan nilai nutrisinya,
memperbaiki respon inang terhadap penyakit atau memperbaiki kualitas lingkungan
ambangnya.
Adapun tujuan dari praktikum tentang pembuatan media seleksi
probiotik amilolitik, lipolitik dan proteolitik adalah diharapkan mahasiswa
dapat memperoleh isobat kandidat bakteri probiotik.
METODOLOGI
Praktikum dengan pembuatan media seleksi probiotik amilolitik,
lipolitik dan proteolitik dilaksanakan pada hari rabu tanggal 27 Mei 2015 mulai
pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di laboraturium teknologi pengolahan hasil
perikanan (TPHP) Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa.
Alat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu cawan petri,
timbangan elektrik, erlenmeyer, hot plate, bunsen, alumunium foil, botol
penyemprot. Sedangkan untuk bahan yang digunakan yaitu medium Na (Nutrient
Agar) sebanyak 3 gram, minyak zaitun sebanyak 2 gram, tepung tapioka
sebanyak 2 gram, susu bubuk sebanyak 2 gram dan 100 ml aquades.
Sebelum membuat media bakteri, pastikan semua peralatan sudah
steril dengan penyemprotan alkohol dan dikerjakan secara aseptik. Aseptik
adalah dimana keadaan bebas dari jasad renik yang bersifat phatogen, keadaaan
ini dicapai dengan menggunakan cara-cara tertentu, alat-alat yang
disterilisasikan melalui proses pemanasan. Phatogen adalah parasit yang mampu
menimbulkan penyakit pada inangnya (Adisoermarto, dkk. 1990:15). Timbang bahan
Na sebanyak 3 gram, masukan kedalam Erlenmeyer, kemudian campurkan bahan Na
dengan minyak zaitun sebanyak 2 gram dan encerkan dengan 100 ml aquades lalu homogenkan dengan menggunakan hot plate.
Saat buih pada media tersebut sudah hilang, tutup erlenmeyer dengan dengan
rapat menggunakan alumunium foil, diamkan sampai dingin dan didinginkan.
Timbang bahan Na
sebanyak 3 gram
Simpan dalam
Erlenmeyer
Tambahkan 2 gram
minyak zaitun
Encerkan dengan 100
ml aquades
Homogenkan dengan
menggunakan hot plate
Dinginkan
Masukan ke dalam cawan
petri
Media siap menjadi
agar
Gambar
1. Diagram Alir
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari beberapa tahapan yang dilakukan
untuk membuat media agar telah mendapatkan hasil sebuah media agar dengan
seleksi probiotik lipolitik, karena bahan baku tambahan yang digunakan yaitu
berupa minyak zaitun. Sebuah media agar yang kenyal di dalam cawan petri yang
telah didinginkan, media tersebut adalah media Na (Nutrient Agar). Untuk
menghindari adanya bahan-bahan yang dapat mempengaruhi kelarutan (solubilitas)
zat yang digunakan, merubah warna media jika kena panas, meracuni
(bakterisidal) atau dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam pembuatannya
digunakan air suling (aquadest) sebagai pelarutnya.
Sedangkan untuk wadah atau tempat melarutkan, jika jumlahnya sedikit
dipakai alat-alat gelas seperti erlenmeyer atau gelas piala, jika pembuatannya
dengan jumlah banyak dipakai ember yang terbuat dari stainless. Wadah dari
tembaga atau seng tidak digunakan untuk menghindari terjadinya kelarutan pada
kedua metal tersebut, karena keduanya diketahui mudah teroksidasi dan korosif.
Jumlah sekecil apapun dari kedua metal ini jika terlarut dalam media akan
bersifat sebagai bakterisidal (Collin dan Patricia, 1987).
Pengukuran derajat keasaman atau eksponen hidrogen (pH) media sangat
penting. Jika terlalu asam atau basa, maka pertumbuhan bakteri akan dihambat.
Hampir semua bakteri tumbuh pada media pH 7.00 – 7.50, dan hanya beberapa saja
yang tumbuh pada media yang pH nya dibawah 7.0, misalnya Mycobakterium, yaitu
bakteri tahan asam yang tumbuh pada media pH 6.8. Pengukuran pH hendaknya
dilakukan pada suhu kamar, untuk menghindari penyimpangan atau kesalahan.
Pengisian media yang sudah diukur pH nya kedalam tabung atau botol
sebaiknya jangan terlalu penuh untuk menghindari tumpah atau pecah jika
disterilkan. Untuk bentuk padat yang mengandung 2% agar-agar atau bentuk semi
solid yang mengandung 0,2% - 0,5% agar-agar, sebelum diisikan harus dipanaskan
dahulu supaya agarnya larut dan homogen menggunakan hot plate. Sedangkan untuk
pembuatan media agar dimasukan kedalam erlenmeyer yang kemudian ditutup dengan
alumunium foil.
Setiap media yang dibuat, sebelum digunakan harus dikontrol dahulu
sterilitasnya yaitu dengan menyimpan didalam inkubator pada suhu 37oC
selama 24 jam. Media yang terkontaminasi tidak boleh dipakai dan harus dibuang.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan data yang telah diperoleh, dapat ditarik kesimpulan
bahwa media agar yaitu Na (Nutrient Agar) yang merupakan salah satu media
kultur umum dipergunakan untuk isobat dan penumbuhan bermacam mikroorganisme
yang bersifat aerobik probiotik, cara membuatnya yang tidak sulit sehingga
praktikan mampu mengikuti sesuai dengan prosedur.
Praktikum yang dilakukan sudah cukup baik dan sesuai dengan
prosedur yang ditentukan hanya saja praktikan masih kurang tertib dalam
melakukan penimbangan bahan, dan diharapkan asisten dapat memperbanyak alat dan
bahan preparat yang akan digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Adisoermarto,
Soenartono, dkk. 1990. Kamus Biologi. Depdikbud. Jakarta.
Collin,
C.H and Patricia. M. Lyne. 1987. Microbiological Method. Fifth Edition.
Butterworths, London
Fuller,
R. 1992. History and Development of Probiotics. London: Chapman and
Hall. Hlm 1-8
Irianto
A. 2003. Probiotik Akuakultur. Gajah Mada University Press. Yogyakarta
Verschuere
L, Rombaut G, Sorgeloos P, Verstraete W. 2000. Probiotic Bacteria as
Biological Control in Aquaculture. Microbiol Mol Biol Rev 64:655-671.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar